TARIF LISTRIK NAIK KE RATA-RATA Rp. 8/kWh

TARIF LISTRIK NAIK KE RATA-RATA Rp. 8/kWh

PT Perusahaan Listrik Negara / PLN (Persero) menaikkan tarif listrik untuk pelanggan 1.300 VA ke atas di bulan Juli ini. Kenaikan tarif rata-rata mencapai Rp. 8/ kilowatt hour (kWh).

Tarif listrik naik hanya Rp. 8 jika dibandingkan dengan tahun lalu yang turun hingga 10%. Kenaikan tarif listrik yang terjadi tahun ini lebih rendah jika dibandngkan dengan tahun lalu, karena ada efisiensi di PLN.

Alasan kenaikan tarif listrik ini terjadi dikarenakan adanya perubahan pada beberapa variable makro ekonomi seperti inflasi serta harga minyak mentah.

Kenaikan listrik juga telah terjadi di awal bulan Juni, dan kenaikan tarif ini berlaku untuk pelanggan yang menggunakan tegangan rendah, menengah sampai dengan tegangan tinggi.

Tarif listrik tegangan rendah (TR) Rp 1.365/kWh atau naik Rp 11,5 dari Mei 2016 yang sebesar Rp 1.353/kWh. Golongan tarif yang berubah adalah R1/1.300 VA, R1/2.200 VA, R2/3.500-5.500 VA, dan R3/6600 VA ke atas. Kemudian, B2/6.600 VA sampai dengan 200 kVA, P1/6.600 VA sampai dengan 200 kVA, dan P 3.

Perubahan tarif di bulan Juni 2016 mengikuti perubahan variabel makro ekonomi bulan April 2016 terhadap bulan Maret 2016, antara lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah di bulan April 2016 sebesar Rp 13.180/ dolar AS, dari sebelumnya Rp 13.193/dolar AS di bulan Maret 2016.

Kemudian, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Harga minyak di bulan April 20167 US$ 37,20/barel, dari sebelumnya US$ 34,19/ barel di bulan Maret 2016. Terakhir, pengaruh laju inflasi bulan April 2016 -0,45%, dari sebelumnya 0,19% di bulan Maret 2016. Sebelumnya, PLN telah menaikkan tarif listrik pada bulan lalu yaitu sebesar Rp 7- Rp 10 kWh.

Leave a Reply